Hot Produk
bir pletokRp.  10,000
akar kelapaRp.  15,000
biji ketapangRp.  30,000
kembang goyangRp.  15,000
telor gabus kejuRp.  15,000
dodol betawiRp.  30,000
Iklan Baris

Tidak terdapat iklan pada toko online anda
Hubungi admin online kami
Kami menerima pembayaran melalui

A/n : Deni Ardini
8730168145


A/n : Sofyan
900-00-0820224-5

Artikel Terkini

03 Jun 2013 10:07:06 Sumber : KampungBetawi.com - Kembali

Lebaran Betawi



Lebaran Betawi, sebuah pergelaran atau dapat pula disebut pesta rakyat Betawi,
kembali akan digelar pada 1 dan 2 Oktoberber 2011 di kawasan
Perkampungan Industri Kecil (PIK) Pulogadung, Jalan Raya Penggilingan,
Kecamatan Cakung, Jakarta Timur. Hajat Bamus Betawi ini kudu kita dukung
tanpa reserve. Ini milik masyarakat betawi, seyogyanya kita membangakan
dan memeriahkannya, dengan bebodong-bondong datang pada hari
pelaksanaannya.

Seperti tiga tahun berturut-turut telah digelar tahun ini yang
menjadi Tuan Rumah penyelenggaraannya adalah Jakarta Timur nuansa
tradisi masyarakat Betawi berlebaran tetap menjadi unglan. Tradisi
anteran dari yang muda kepada yang tua, tradisi cium tangan, tradsi
kue-kue, dan beraneka jenis kesenian menjadi suguhan utama.



Kue Lebaran


Lebaran adalah saat-saat kaum muslimin sibuk bersilaturrahim.
Mengingat ketatnya waktu silaturrahim, maka tetua masyarakat Betawi,
khususnya ahli kuliner, berusaha menterjemahkan kendala waktu dengan
menyodorkan kreasi inovatif ragam kuliner. Hasil kompromi antara
ketatnya waktu dengan keinginan melakukan silaturrahim ke seluruh sanak
famili direalisasikan ke dalam berbagai jenis makanan yang awet.
Ketupat, semur, dendeng, manisan (aneka buah), beberapa varian kue-kue
kering, varian kue-kue basah diolah menjadi makanan khas lokal yang
tahan lama. Ragam makanan itu tentu saja sangat berbeda dengan makanan
yang disiapkan saat bulan puasa. Kue-kue bulan puasa pada umumnya diolah
menjadi lembut dan didominasi rasa manis yang kuat. Kita lihat
misalnya, kue lopis dan kue putu mayang dengan gula gantingnya. Atau
tengoklah kolak dengan aneka variasinya.


Itu bukan berari bahwa kue-kue lebaran tidak manis. Justru kue-kue
lebaran pun persentasi pemakaian gulanya cukup significan. Yang menjadi
fokus perhatiannya adalah bagaimana kue-kue lebaran diolah sedemikan
rupa sehingga mampu bertahan dalam kurun minggu sampai bulan. Oleh sebab
itu pakar kue Betawi tempo dulu memegang teguh pantangan yang berlaku
secara adat. Seorang perempuan yang sedang menstruasi sangat dibatasi
aktivitasnya dalam pembuatan makanan. Jika perempuan yang sedang
menstruasi nekat atau berkeras hati membikin kue-kue khusus, besar
kemungkinannya menjadi bantet atau gagal.


Dodol dan manisan termasuk makanan yang paling apik pengerjaannya.
Selain ada uapacara dan pantangan, persayaratan pemilihan dan penggunaan
materialnya pun harus yang kelas premium. Manisan pepaya dan
kolang-kaling (disebut juga bruluk atau buah atep), memerlukan ikhtiar
dan keseriusan. Pantangannya tidak diperkenankan berbicara atau menyebut
hal-hal yang tidak sopan. Biasanya hasil akhir manisan (apakah varian
kering atau basah) dapat diketahui dari kualitas keseriusan pembuatnya.
Manisan pepaya yang genye (tidak padat kering dan selalu berair), misalnya, mengindikasikan track record pembuatnya sangat minim dan belum berpengalaman atau tidak mentaati kepatutan yang berlaku.


 


Kue Silaturrahim


Dodol merupakan makanan yang paling banyak mengandung tata cara dalam
proses pembuatannya. Dodol dikenal juga sebagai kue kolektif. Artinya
tidak dapat dikerjakan hanya oleh dua tiga orang saja. Sejak berniat
membuat dodol, maka sejak itu pula biasanya orang yang ingin membuat
dodol sudah nyambat, yaitu melakukan pendekatan kepada tetangga
sekitar agar bersedia mebantu. Itulah sebabnya, dodol juga dikenal
sebagai kue silaturahim.


Proses pembuatan dodol memakan waktu cukup lama, dua hari dua malam.
Pekerjaan pertama adalah belanja membeli bahan mentah dodol.
Selanjutnmya mencari tukang ngaduk dan meminjam kawa
atau wajan berukuran besar. Dulu kawa berukuran besar yang mampu
menampung adonan dodol 25 kilogram hanya dimiliki oleh orang-orang
tertentu.


Sampai hari H, dilakukan ritual ngukup atau slametan memohon izin dan permohonan kepada penguasa alam semesta Allah SWT agar dodol yang dibuat mendapat keberkahan. Di atas tumang
atau tungku (tungku biasanya terbuat dari pangkal pohon pisang)
ditancapkan sate berbahan cabe, bawang, dan terasi. Pada jaman dahulu
ritual ini ditujukan kepada Dewi Sri, dewi kemakmuran dan keseuburan.


Barulah kemudian kativitas menumbuk beras, memarut kelapa untuk
santan, membuat minyak kelapa, memasak gula merah, dan membuat adonan
dikerjakan bersama-sama. Waktu menumbuk beras biasanya dimulai ampir siang (dini hari) berbarengan dengan waktu sahur. Keluarga yang ngaduk
dodol dapat diketahui dari bunyi tumbukan beras. Karena saat menumbuk
beras merupakan waktu yang relatif sepi, maka bunyi alu beradu dengan
lesung akan menciptakan suara amat ganjil. Dari bunyi itu orang tahu
bahwa keluarga si fulan sedang membuat dodol.


Seorang yang memarut kelapa disarankan bukan perempuan yang sedang
haid. Karena kalau demikian, hasil santannya akan hitam. Atau seseorang
yang bertugas membuat minyak kelapa, haruslah orang yang sabar, bersih
dan disiplin. Jika tak begitu, minyak kelapa tak akan penah jadi alias
gagal total, hanya menjadi blendo, seberapa banyak pun santan kelapa yang dimasaknya.


Tidak semua orang laki-laki atau perempuan mahir membuat adonan
dodol. Seorang ahli membuat dodol instingnya sangat kuat disamping
memang pengalaman dan jam terbangnya cukup tinggi. Perbandingan antara
jumlah beras, kelapa, gula, dan sebagainya benar-benar telah ditekuni
puluhan tahun meski ia tak mencatatnya. Semuanya hanya disimpan dalam
ingatannya. Lagi pula membuat dodol dari beras ketan akan lain cara
penanganannya dibandingkan dengan beras biasa. Selain itu ia pun
mengerti jampe-jampe pengusir makhluk halus. Kegiatan sejak nampihin beras,  menurunkan adonan ke kawa sampai menjadi setengah masak atau koleh
masih ditangani oleh kaum perempuan. Barulah setelah itu pekerjaan
dilanjutkan oleh kaum laki-laki sampai dodol matang, diangkat, dan
dimasukkan ke dalam tenong (wadah bundar berdiameter 20-25 cm, tinggi 15 cm terbuat dari anyaman bambu).


Tukang ngaduk dodol adalah laki-laki yang memiliki fisik kuat, sebab membolik-balik dodol yang menggunakan gelo (pengaduk dodol) di kawa memerlukan tenaga yang besar.  Tukang ngaduk
adalah orang yang mengerti jenis arang. Arang yang bagus biasanya dari
kayu rambutan. Sebab bila arang yang digunakan mengeluarkan asap, maka
dodol yang dihasilkan berbau sangit dan rasanya bercampur asap. Ia pun mengerti berapa tingkat kepanasan bara arang di bawah kawa.
Jika tingkat kepanasan bara tidak konstan, artinya terlalu panas atau
kurang panas, atau tidak rata antara sisi kanan dan sisi kiri, dodol
menjadi bantet dan warnanya hitam gosong mengeras bagai batu. Untuk kemahirannya, tukang ngaduk memperoleh bayaran yang lumayan.


Kue lain yang juga menjadi unggulan lebaran adalah tape uli, wajik,
geplak bakar, dan rengkambang. Bersama dodol, kue-kue itu termasuk
kelompok kue tahan lama yang pengerjaannya pun membutuhkan keahlian
paripurna. Inilah kue antaran silaturahim. Kue-kue lain pastilah
diproduksi juga dan umumnya kue-kue kering, seperti adepite, kembang
goyang, akar kelapa, tenteng jahe, kue satu, biji ketapang, telor gabus,
dan sebagainya. Kue-kue ini biasanya menjadi hidangan bagi tetamu yang
datang berlebaran.


Pada hari lebaran peran dodol sebagai kue silaturrahim menjadi sangat
menojol. Memang ada kue lain sebagai pelengkap, namun dodol tetap
primadonanya. Kedudukan dodol menjadi unik karena tanpa disadari dodol
yang diantar oleh keluarga A kepada keluarga lain akan berputar-putar
sehingga  pada gilirannya sang dodol kembali kepada keluarga A.
Begitulah dodol, kue silaturrahim dan mengikat masyarakat menjadi erat
dalam persaudaraan yang kuat.


Mari kita mengapresiasi semangat dodol, semangat silaturrahim dan keterbukaan hati. Selamat Lebaran 1432 Hijriyah. Minal aidin wal faidzin, kullu aamin wa antum bikhair. Taqabbalallahu minna wa minkum, taqabbal ya kariem.



Komentar pengunjung

Arsip

Keranjang Belanja
Belanja anda kosong
Produk Terlaris
AKAR KELAPA
Rp.  15,000
Statistik Web
2 Pengunjung Online
Kunjungan Hari ini : 172
Kunjungan Kemarin : 206
Jumlah Total : 87,425
Testimoni

Belum ada testimoni untuk toko kami
Sorot semua
Pelanggan Kami